Buku Kapitalisme Hijau: Green-Capitalism dan Problem Narasi Ramah Lingkungan mengupas bagaimana wacana “keberlanjutan” yang dipromosikan korporasi global sering kali hanya menjadi topeng baru bagi logika kapitalisme. Dengan pendekatan kritis, buku ini menunjukkan bahwa banyak kebijakan dan produk “hijau” tidak benar-benar mengurangi kerusakan ekologis, tetapi justru memperluas pasar, menguatkan konsumsi, dan menormalkan eksploitasi alam dalam bentuk yang lebih halus.
Narasi ramah lingkungan dipreteli: bagaimana ia dibentuk, siapa yang diuntungkan, dan bagaimana ia menyingkirkan suara masyarakat lokal yang terdampak. Buku ini juga membahas jebakan teknologi hijau, green marketing, serta ilusi pertumbuhan berkelanjutan. Pada akhirnya, karya ini menawarkan kerangka untuk membedakan komitmen ekologis yang autentik dari sekadar kos-metika kapitalistik, sekaligus mengajak pembaca merefleksikan kembali hubungan manusia-alam di luar logika pasar.