Buku ini menyajikan kritik filosofis terhadap arah perkembangan teknologi modern. Melampaui perdebatan mengenai manfaat dan kerugian, dokumen ini menelaah empat pilar era digital, yakni gim, sinema, kecerdasan buatan (AI), dan robotika. Penulis mengungkap bagaimana teknologi ini tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga membawa risiko: mulai dari rekayasa kecanduan (adiksi) dan manipulasi persepsi, hingga krisis tanggung jawab moral akibat antromorfisme pada teknologi.
Penulis menolak gagasan bahwa teknologi bersifat netral. Ia berargumen bahwa krisis moral hari ini adalah gejala dari worldview sekuler-materialistis yang mendominasi inovasi.
Sebagai antitesis, karya ini menawarkan solusi berupa perubahan paradigma menuju etika Islam. Dengan menggunakan prinsip Tauhid dan Maslahah, dirumuskan kerangka kerja di mana teknologi dikendalikan untuk melayani martabat manusia dan tujuan spiritual, bukan sekadar instrumen profit atau ilusi. Ini adalah risalah untuk menata ulang hubungan manusia dengan ciptaanya sendiri (teknologi) di tengah arus digitalisasi.