Penulis: Muhammad Habibie
Editor: Aldy Pradhana
Penerbit: CIOS UNIDA Gontor
Cetakan I: Januari 2026
Deskripsi: 46 + xii hlm.; 12 x 18 cm
Sinopsis
Asbab al-nuzul sebagai salah satu komponen metodologi tafsir sering disamakan dengan konsep kontekstualitas dalam hermeneutika. Namun, ideologi modernisme beranggapan bahwa metode tafsir tradisional tidak lagi relevan untuk menafsirkan teks keagamaan, khususnya Al-Qur’an.
Dengan membandingkan kedua konsep tersebut, terlihat adanya beberapa kesamaan sekaligus perbedaan yang signifikan antara keduanya. Tulisan ini juga membahas anggapan para pemikir modernis yang menolak efektivitas metode tafsir tradisional dan meragukan keabsahan hukum-hukum dalam Al-Qur’an.
Hasilnya menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat karena Al-Qur’an beserta perangkat metodologi tafsirnya tetap relevan dan efektif hingga kini.
Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi Centre for Islamic and Occidental Studies Universitas Darussalam Gontor (PUI-PT CIOS UNIDA Gontor)