Sinopsis Buku

Muhadharah

Pembelajaran Retorika, Kepemimpinan, dan Pembentukan Karakter di Pondok Modern Darussalam Gontor

Penulis: Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A. dan Dr. Kholid Karomi, M.Fil.I.

Editor: Dr. Imroatul Istiqomah, M.P.I.

Penerbit: CIOS UNIDA Gontor

Cetakan I: Februari 2026

Deskripsi: 298 + xxii hlm.; 16 x 23 cm

Sinopsis

Buku Muhadharah: Pembelajaran Retorika, Kepemimpinan, dan Pembentukan Karakter di Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan telaah komprehensif tentang praktik pendidikan retorika di pesantren modern yang berorientasi pada pembentukan akhlak, kecerdasan sosial, dan kapasitas kepemimpinan.

Melalui pendekatan multidisipliner yang memadukan teori pendidikan Islam, psikologi komunikasi, dan estetika bahasa, buku ini menjelaskan bahwa muhadharah bukan sekadar latihan berbicara di depan umum, tetapi sebuah sistem pembelajaran integral yang menanamkan nilai disiplin, keberanian, dan tanggung jawab. 

Penulis menelusuri akar historis dan filosofis kegiatan ini di Gontor, kemudian menguraikan metodologi pelaksanaan, evaluasi, serta dampaknya terhadap perkembangan kepribadian santri. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi praktik tradisi pesantren, tetapi juga sumbangan ilmiah terhadap wacana pedagogi Islam kontemporer.

Lebih dari sekadar panduan teknis, buku ini menawarkan refleksi mendalam tentang pentingnya retorika sebagai sarana pembentukan kesadaran diri dan kesalehan sosial. Penulis menegaskan bahwa kemampuan berbicara dalam konteks muhadharah adalah ekspresi dari keseimbangan antara intelektualitas, moralitas, dan spiritualitas yang menjadi inti pendidikan Gontor. 

Setiap bab disusun secara sistematis untuk memperlihatkan kesinambungan antara teori, praktik, dan nilai, sehingga menjadikan buku ini relevan bagi para pendidik, peneliti, dan pemerhati pendidikan Islam. Melalui analisis yang kaya dan empiris, karya ini mengajak pembaca untuk melihat muhadharah sebagai model pendidikan retorika yang adaptif, bernilai universal, dan kontributif bagi pembangunan karakter generasi muda Muslim.