Tim Peneliti CIOS Berhasil Menerbitkan Artikel di Jurnal Terindeks Scopus Q1

31 Desember 2025_Kabar membanggakan datang dari Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS). Tim peneliti CIOS yang diketuai oleh Assoc. Prof. Dr. Harda Armayanto, M.A., Ph.D. berhasil menerbitkan sebuah artikel ilmiah pada jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus Q1, Afkar: Jurnal Akidah dan Pemikiran Islam.

Tim peneliti tersebut terdiri atas Assoc. Prof. Dr. Harda Armayanto, M.A., Ph.D. sebagai ketua, dengan anggota tim Adib Fattah Suntoro, M.Ag., Dr. Achmad Reza Hutama Al Faruqi, M.Ag., Maria Ulfa, M.Fil.I., serta Amir Sahidin, M.Ag. Capaian ini menjadi prestasi akademik yang signifikan, baik bagi tim peneliti maupun institusi CIOS Unida Gontor.

Artikel yang dipublikasikan Jurnal Afkar pada 31 Desember 2025 ini berjudul “Reviewing Religious Pluralism Through a Qur’anic Approach: The Relevance of Hamka’s Tafsir Al-Azhar in Indonesia and Malaysia.” Artikel tersebut mengkaji pendekatan Al-Qur’an terhadap relasi antarumat beragama melalui telaah mendalam terhadap Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka.

Dalam artikel ini, para penulis menyoroti realitas keragaman agama di Indonesia dan Malaysia yang, dalam banyak kasus, masih memicu konflik dan sikap intoleransi. Mereka juga mengkritisi pendekatan Barat berupa pluralisme agama yang kerap menimbulkan kontroversi di kalangan pemeluk agama, karena dianggap mengaburkan batas-batas teologis serta bertentangan dengan doktrin keimanan masing-masing agama. Atas dasar itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan yang berakar pada nilai-nilai agama sebagai alternatif yang lebih relevan dalam membangun hubungan antarumat beragama yang konstruktif.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis isi, terutama terhadap Tafsir al-Azhar dan karya-karya pendukung lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pluralisme agama kurang tepat dijadikan pendekatan utama dalam konteks Indonesia dan Malaysia karena berpotensi menimbulkan konflik doktrinal. Sebaliknya, pendekatan yang berlandaskan Al-Qur’an, sebagaimana direfleksikan dalam Tafsir al-Azhar karya Hamka, dinilai lebih relevan dalam menciptakan hubungan antarumat beragama yang harmonis. Pendekatan ini menekankan nilai-nilai Qur’ani seperti tasāmuḥ/samāḥah (toleransi), ḥuriyyah (kebebasan), salām (perdamaian), ‘adālah (keadilan), iḥsān (kebajikan), dan wasathiyah (moderasi).

Artikel tersebut saat ini dapat diakses secara daring melalui Afkar: Jurnal Akidah dan Pemikiran Islam Vol. 27, No. 2 (2025). Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Akidah dan Pemikiran Islam, Akademi Kajian Keislaman, Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Fokus kajiannya meliputi akidah dan pemikiran Islam, kalam, filsafat, tasawuf, perbandingan agama, serta mantik, dengan artikel yang diterbitkan dalam bahasa Melayu, Inggris, dan Arab.

Sebagai jurnal bereputasi internasional, Afkar telah terindeks oleh berbagai lembaga pengindeks ternama, antara lain Elsevier Scopus, Emerging Sources Citation Index (ESCI–Web of Science), Asean Citation Index (ACI), Malaysian Citation Index (MyCite), American Theological Library Association (ATLA) Religion Database®, UDLedge Social Science & Humanities Citation Index (SS&HCI), Focus, Islamic Science Citation Centre, Genamics, WorldCat, serta Index Islamicus. Dengan reputasi tersebut, Afkar menjadi salah satu jurnal rujukan bagi para akademisi yang menekuni kajian akidah, pemikiran Islam, dan disiplin ilmu terkait.

Capaian ini diharapkan tidak hanya memperkuat kontribusi akademik CIOS dalam khazanah keilmuan Islam dan studi lintas agama, tetapi juga menjadi motivasi bagi para peneliti lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang berdaya saing global. Keberhasilan publikasi pada jurnal terindeks Scopus Q1 ini menegaskan komitmen CIOS dalam mendorong riset yang relevan, kontekstual, dan berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.[AS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *