Harda Armayanto Paparkan Hasil Riset Kolaborasi Internasional dalam Pengajian Muhammadiyah Situbondo

SITUBONDO—Pimpinan Cabang Muhammadiyah Situbondo–Panji menggelar Pengajian Ahad Pagi bertema “Dinamika LGBT di Indonesia: Menjawab Tantangan Pemikiran dan Peradaban Islam”, Ahad (27/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di lantai dua Masjid Al-Jihad Situbondo ini menghadirkan Assoc. Prof. Harda Armayanto, M.A., Ph.D., dosen Universitas Darussalam Gontor sekaligus Direktur Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS).

Materi yang disampaikan Harda bersumber dari penelitian berjudul “Maqāṣid al-Syarī’ah dan Isu LGBT di Indonesia: Studi Kritis terhadap Wacana Hak Asasi Manusia dan Arah Kebijakan Publik”. Penelitian tersebut dilaksanakan melalui skema Gontor International Research Collaboration (GIRC) bersama tim peneliti yang terdiri atas Dr. Reza Hutama Al Faruqi, M.Ag., Akbar Sarif, Ph.D., dan Amir Sahidin, M.Ag.

Penelitian ini merupakan kerja sama antara Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS) Universitas Darussalam Gontor dan Akademi Pengkajian Islam University Malaya, dengan pendanaan dari Universitas Darussalam Gontor. Kolaborasi tersebut mempertemukan kajian pemikiran Islam dengan pembahasan mengenai wacana hak asasi manusia dan arah kebijakan publik di Indonesia.

Melalui forum pengajian ini, Harda membawa hasil penelitian akademik ke ruang pembelajaran masyarakat. Penyampaian materi tersebut menjadi bagian dari diseminasi penelitian agar pembahasan yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat menjangkau masyarakat dan memberikan landasan bagi pemahaman terhadap persoalan kontemporer.

Tema kajian menempatkan dinamika LGBT dalam kaitannya dengan tantangan pemikiran dan peradaban Islam. Perspektif maqāṣid al-syarī‘ah menjadi kerangka untuk menelaah persoalan tersebut, termasuk hubungannya dengan nilai keagamaan, kehidupan keluarga, perlindungan individu, serta tanggung jawab kebijakan publik.

Pembahasan ini memiliki relevansi dengan kebutuhan pendidikan umat dalam memahami hubungan antara ajaran agama, perubahan sosial, dan perkembangan wacana di ruang publik. Keteguhan dalam memegang prinsip agama perlu disertai kecermatan dalam memahami persoalan, kebijaksanaan dalam berkomunikasi, serta penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

Selain agenda kajian yang dijadwalkan pukul 06.00–08.00 WIB, panitia turut menyediakan agenda pembagian sarapan bergizi, sayur-mayur segar, dan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Perpaduan pengajian dan layanan sosial tersebut menghubungkan pembinaan keagamaan dengan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

Kehadiran Harda dalam kegiatan ini sekaligus memperluas jangkauan diseminasi penelitian kolaboratif CIOS Universitas Darussalam Gontor dan Akademi Pengkajian Islam University Malaya. Forum pengajian menjadi sarana untuk mendekatkan hasil kajian akademik kepada masyarakat serta memperkuat hubungan antara penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *